Rilis Media Resmi

Klik ID

Daftar User Klik-ID - Daftar Aplikasi di Aplikasi-ID

Klik Ads

Minggu, 13 Januari 2013
Komunitas SUWEC dukung KlikIndonesia Korwil Jatim
 
SURABAYA: Gerakan membuat konten sendiri yang dihembuskan KlikIndonesia terus berlangsung. Setelah diresmikan pada 121212 lalu, pada 2 Februari 2013 mendatang akan diresmikan KlikIndonesia Korwil Jawa Timur. Pengukuhan akan dilakukan di Gedung Indosat Jl. Kayoon, Surabaya. Setelah Surabaya, pada bulan yang sama akan dilakukan untuk Korwil Jawa Tengah. Gerakan di Jatim dimotori komunitas Suwec.

Menurut James Tomasouw, selaku Korwil Jatim, dukungan datang dari banyak pihak untuk KlikIndonesia. Antusiasme itu ditunjukkan dengan banyaknya komunitas dan individu yang siap hadir di acara pembentukan Korwil Jatim nanti. Komunitas web Surabaya seperti SUWEC (Surabaya Web Community) dan AIWI (Asosiasi Web Indonesia) yang banyak anggotanya dari Surabaya, akan bahu membahu dengan KlikIndonesia. "Setiap hari hampir ada teman-teman dari komunitas menyatakan diri akan mendaftar melalui email," kata James bangga. Mereka siap terlibat untuk gerakan tersebut.
 
Mengenai acara di Surabaya, selain pengukuhan, juga akan ada beberapa perjanjian kerjasama. Antara lain dengan Indosat Jatim, Intel Indonesia, dan Dinas Indag Jatim, Dalam kesempatan itu juga akan hadir pengurus KlikIndonesia pusat. Sebagai pembicara utama, adalah salah satu tokoh penggerak KlikIndonesia Subiakto Priosudarsono yang dikenal sebagai pakar komunikasi dan agency periklanan. Di sekitar acara, nantinya akan ada booth yang disediakan panitia untuk kaomunitas Suwec dan AIWI menunjukkan karya-karya web mereka yang telah mereka buat.
 
Setelah Surabaya, menurut Ketua Umum KlikIndonesia Henri K Sumartono, perhimpunan mendapatkan banyak email dari berbagai perguruan tinggi di berbagai daerah Indonesia. Ada yang dari Manado, Makassar, Medan, Aceh, Pontianak dan lain-lain. Mereka siap berkolaborasi dengan KlikIndonesia. Bahkan diantara mereka mengkritik, konten jangan hanya digerakkan di ibukota saja tapi seluruh Indonesia.
 
Sampai saat ini, sejak sebulan diluncurkan pada 121212 lalu sudah 1500 lebih situs yang mendaftarkan diri ke KlikIndonesia.or.id. Beberapa diantaranya ada yang belum melengkapi root-nya. Aktivitas pendaftar juga mulai menggeliat, karena dari data trafficnya di pemeringkatan alexa.com, KlikIndonesia saat ini masuk 500 besar. Padahal sejak dimulai, posisinya di angka 5000-an peringkat Indonesia.
 
Meski demikian menurut Henri yang menjadi target bagi KlikIndonesia.or.id bukan cuma peringkat web gerakan. Justru yang menjadi concern bagi gerakan adalah peringkat Alexa di Indonesia yang 10 besar harus dikuasai oleh situs-situs asli Indonesia. Untuk itulah disadarkan kepada masyarakat bahwa konten-konten Indonesia itu tidak kalah dengan konten asing, dan juga penyadaran bahwa mengakses konten Indonesia sangat bemanfaat untuk ekonomi nasional.
 
KlikIndonesia adalah gerakan untuk membuat dan mengakses konten dalam negeri Indonesia. Gerakan ini digagas oleh sekumpulan komunitas dari berbagai perusahaan dan asosiasi yang peduli dengan konten lokal. Tonggak keprihatinannya adalah, setelah melihat kenyataan bahwa hanya 30% bandwidth internasional yang dipakai mengakses konten nasional. Sisanya yang 70% justru masyarakat Indonesia mendownload konten asing. Akibatnya, secara rata-rata setiap tahun, sedikitnya Rp 1,5 triliun devisa nasional kesedot ke luar negeri. Agenda KlikIndonesia selain melakukan pemeringkatan konten, akan menggelar workshop yang melibatkan para kreator konten Indonesia.
 

 
Minggu, 23 Desember 2012
PANDI dan INAICTA Dukung KlikIndonesia.or.id
 
JAKARTA: Dukungan pada gerakan menghargai konten khas Indonesia yang digagas KlikIndonesia terus mengalir. Ketua Umum Perkumpulan Nama Domian (PANDI) Andi Budimansyah menyatakan dukungannya dan akan mengajak kerja bareng. Begitu juga Panitia Pelaksana Indonesia ICT Award (INAICTA) Sellyana Ishak menawarkan kerjasama pelaksanaan award tahun 2013 mendatang.
 
"Saya melihat program-program KlikIndonesia bagus sekali. Cocok sekali untuk memberikan semangat nasionalisme dengan cara membuat konten-konten khas Indonesia, kami PANDI mendukung sekali gerakan itu," kata Andi Budimansyah pada pengurus KlikIndonesia akhir pekan lalu.
 
PANDI selama ini merupakan lembaga yang mengurusi domain dengan akhiran dot-id (.id). Sampai saat ini, sudah sekitar 80 ribu domain dengan menggunakan .id. Untuk itu, pihaknya mendukung sekali dengan KlikIndonesia yang memakai nama domain KlikIndonesia.or.id.
 
Andi mengakui semula kurang respek ketika KlikIndonesia memakai nama .org. Namun, akhirnya disadari bahwa mengurus .org memang jauh lebih gampang dibanding or.id. Sebab kalau melalui PANDI harus ada surat-surat pendukung atau minimal pernyataan dari pengurus yang bersangkutan. Sementara KlikIndonesia hanyalah merupakan gerakan moral bersama yang melibatkan berbagai unsur dari kalangan artis, penggiat iklan, kehumasan (PR), industri konten internet, dan pengusaha ISP ada di situ. Gara-gara memenuhi himbauan beberapa pihak, termasuk beberapa personel PANDI agar memakai .or.id itulah maka akhirnya KlikIndonesia membenahi badan hukum perkumpulannya.
 
"Saya tahu masalahnya. Tapi PANDI akan membantu dan siap kerjasama dengan KlikIndonesia," kata Andi yang mengaku sudah melihat berkali-kali video lagu tema KlikIndonesia. "Saya salut. terus terang videonya keren banget," ujar Andi. Diakui semula pihaknya kurang respek melihat nama domainnya saja. Namun setelah mendapat penjelasan pengurus KlikIndonesia, dia menyatakan salut. PANDI mengakui masih banyak situs dengan domain .id tapi ternyata milik asing sepenuhnya. Namun tak bisa berkutik, karena itu peninggalan sejarah.
 
Pada dasarnya KlikIndonesia dan PANDI sama-sama sepakat dengan gerakan nasionalisme membangun bangsa. Bila PANDI lebih menekankan pada nama domiannya harus .id. Sedangkan KlikIndonesia jauh lebih luas. Tidak hanya nama domain, tapi lebih dari itu adalah perusahaan yang berbadan hukum Indonesia dan infrastruktur IT-nya ada di Indonesia. Bila perusahaan memenuhi ketiga hal tersebut, maka akan mendapat bintang maksimal oleh KlikIndonesia. Selanjutnya berdasarkan traffic masing-masing. Mulai tahun depan pemeringkatan akan dilakukan. Bukan tidak mungkin Klik akan menjadi domain sendiri yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia dan PANDI.
 
Sementara pelaksana Indonesia ICT Award (INAICTA) Kominfo Sellyana Ishak pekan lalu juga melakukan pertemuan dengan para penggiat dan pengurus KlikIndonesia di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, INAICTA merasa mendapatkan partner yang sijalan untuk menggerakkan konten-konten Indonesia.
 
Bila di KlikIndonesia lebih konten berbasis internet, sedangkan INAICTA lebih luas yakni termasuk aplikasi dan solusi yang mungkin berjalan di intranet atau di internal komputer/PC perusahaan. namun, kedua sama-sama menekankan karya anak bangsa.
 
INAICA menggelar lomba karya ICT setiap tahun. Ini merupakan kegiatan resmi dari Kementerian Kominfo yang digagas komunitas ICT bersama tokoh-tokoh Kominfo saat itu, seperti Cahyana Ahmadjajadi, Lolly Abdullah, saat di bawah Menteri Moh. Nuh.
 
Sedikitnya 10 dukungan melalui email juga datang untuk KlikIndonesia dari berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri. Dari Projecting Indonesia di Australia akan membantu KlikIndonesia untuk menyarakan keluar negeri. "Kami, Projecting Indonesia, senang dan turut bangga dengan berdirinya inisiatif ini. Berikut tulisan mengenai KlikIndonesia agar masyarakat
internasional juga mengetahui perkembangan positif ini," kata Yasmi Adriansyah, dari Projecting Indonesia. (http://projectingindonesia.com/companies/klikindonesia-a-fighter-for-local-contents-optimisation/).
 
"Masih banyak email dari daerah, dan juga melalui komentar di FB yang mengajak KlikIndonesia untuk segera turun ke daerah-daerah," jelas Henri K. Soemartono. "Kami akan segera bergerak cepat, agar tidak kehilangan momentum," katanya.
 
Saat ini sudah 1200 situs Indonesia yang mendaftarkan di KlikIndonesia. Pemeringkat website internasional besutan Amazone yang memakai teknologi cookies, yakni Alexa.com mencatat posisi KlikIndonesia.org ada di posisi 894 dari sebelumnya di angka 1000 lebih. Sedangkan di Google Analytic trendnya terus meningkat pengaksesnya. Pengakses terbanyak KlikIndonesia justru bukan dari IP Jakarta tapi dari luar daerah lain yakni Batam, Pontianak, Malang.
 

 
Minggu, 16 Desember 2012
Sudah 700 Situs Mendaftar di KlikIndonesia
 
JAKARTA: Kurang dari sepekan, sudah 700 situs konten internet Indonesia didaftarkan di KlikIndonesia. Mereka merupakan situs-situs yang mendukung gerakan untuk memajukan konten internet Indonesia. Data terakhir bisa dilihat di KlikIndonesia.or.id dan KlikIndonesia.org Minggu (16/12) siang. Konten-konten yang masuk mulai dari konten social media, forum, berita, games, blog, perusahaan, dan promosi.
 
"Gelombang gerakan KlikIndonesia ini tak bisa dihentikan," kata Henri Kasyfi Soemartono pada wartawan. Bahkan disebutkan sudah mewabah, seperti bisul yang tunggu meletusnya saja. Dari animo masyarakat yang mendaftarkan secara sukarela ini, jelas bahwa semangat cinta tanah air, cinta Indonesia, dan nasionalisme masyarakat Indonesia terhadap kebangkitan konten internet Indonesia, tinggi sekali. "Ini bukti bahwa gerakan yang dibangun oleh komunitas lebih terasa manfaatnya dan mendapat respon positif," katanya.
 
Yang membuat ramai pendaftaran, selain rasa nasionalisme dan kebangsaan, juga karena video lagu tema yang dibuat oleh Subiakto-Tya-Haryo yang berisi artis-artis dan selebritas kenamaan di situ, terasa meracuni pendengarnya. Bila ketika dibuka pada tanggal 8 Desember lalu ranking di pemeringkatan dunia Alexa masih berada di posisi 5000-an, saat ini sudah di peringkat 2000-an. Dalam waktu 3 hari peringkatnya langsung meroket.
Memang diakui, ada beberapa situs yang masih meletakkan server di luar negeri, ada juga situs asing di bawah Facebook lolos dalam daftar. Namun demikian, ke depan akan dilakukan filterisasi. "Saat ini sedang dalam penyusunan filterisasi dan pemeringkatan serta kategorisasi," kata Acong. Pengurus KlikIndonesia juga sudah banyak mendapat tawaran kerjasama untuk sama-sama membesarkan konten Indonesia dari berbagai daerah. Beberapa surat yang masuk lainnya mengundang untuk memberikan pelatihan tentang konten.
 
KlikIndonesia memang bukan koperasi, asosiasi, atau kumpulan pengusaha internet. Ini hanyalah kumpulan orang yang beda-beda latar belakang tapi memiliki kesamaan pandangan tentang konten internet Indonesia, yang selama ini salah kaprah bangga dengan konten asing dan ternyata menghabiskan nilai ekonomi yang luar biasa ke luar negeri sampai Rp1,5 triliun lebih tiap tahun. Kumpulan ini hanya merupakan gerakan moral, untuk sama-sama menyadari bahwa konten Indonesia di internet itu sangat penting.
 
Masih banyak yang bisa dibangun dari konten-konten Indonesia, yang bersumber dari khasanah lokal Nusantara ini. Bukti bahwa banyak juga jagoan-jagoan konten Indonesia yang menjadi andalan pemain konten-konten asing. Kalau pikiran dan kehebatan mereka dikorbankan untuk membantu konten Indonesia, maka akan lebih dahsyat dampaknya. Namun, tentu saja hal itu tak bisa dipaksakan, karena pengalaman di manca negara juga perlu. Toh, pada saatnya putra-putri terbaik bangsa akan tetap memikirkan kemajuan negaranya.
 
Nantinya KlikIndonesia juga akan melakukan pemeringkatan konten yang berdasarkan pada pemakaian domain, pemanfaatkan infrastruktur, juga pendirian perusahaannya bila perlu. Sebab, dengan memakai perusahaan Indonesia akan memberikan benefit yang luas pada negara dalam hal pajak dan menaikkan produk domestik bruto, memberikan lapangan pekerjaan. Menggunakan domain Indonesia juga memberikan dampak kebanggan atas jatidiri bangsa. Sedangkan dengan membuat infrastruktur di dalam negeri, maka secara otomatis menghemat devisa. Selanjutnya, kalau semua konten nasional banyak diakses, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, maka traffic internet Indonesia akan tinggi sehingga posisi Indonesia dibanding Singapore atau Hongkong sekalipun bisa sejajar.
 
Selain itu, KlikIndonesia juga mengajak para pakar konten dan bisnis konten untuk bahu-membahu membuat kerjasama sinergis dalam upaya memberikan pelatihan konten ke berbagai daerah. Dengan pelatihan atau workshop intensif tersebut, maka diyakini akan lahir tidak hanya pengembang konten nasional tapi sekaligus pengusaha (entrepreneur) konten Indonesia yang akan melahirkan Mark Zuckeberg-Zuckeberg baru dari Indonesia.
Konten-konten yang bagus, nantinya selain akan menduduki peringkat yang bagus, oleh perkumpulan KlikIndonesia akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pameran. Sehingga diharapkan dalam pameran tersebut, akan diketahui oleh masyarakat bagaimana latarbelakang dan cerita susahpayahnya membangun konten tersebut. "Bukan tidak mungkin mereka akan mendapatkan investor," tambah Henri yang bangga bila gerakannya menjadi bagian dari bisnis agregator.
 
 
Kamis, 13 Desember 2012
Dari Dewan TIK Nasional hingga Admin Kaskus Ikuti Deklarasi KlikIndonesia
 
JAKARTA: Tepat pukul 12.12 pada tanggal 12.12.12 video KlikIndonesia diputar. Seluruh peserta yang hadir pun mendendangkan lagu tema bersama, sambil mengikuti video lagu tema yang distreaming melalui www.klikindonesia.or.id. Para pejabat pemerintahan, komunitas konten dan IT, hadir bersama-sama di ruang seminar Sekretariat KlikIndonesia, di Lantai7 Gedung Cyber-1, Jakarta.
 
Ketua Dewan TIK Nasional Prof. Dr. Zainal Hasibuan bersama-sama para deklarator ikut menyanyikan lagu sambil berdiri. Selain Ucok -- panggilan Zainal Hasibuan --, para deklarator KlikIndonesia antara lain Direktur e-Business Dirjen Aptika Kemkominfo Azhar Hasyim, Direktur Kerjasama dan Fasilitas Kementerian Parekraf Ir. Lolly Amalia AbdullahM.Sc, Katua APTIKOM Prof Dr. Eko Indrajit, Sekretaris Dewan Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof Dr M. Nizam, serta Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud, Anang Tjahyono hadir dan menyanyi di acara deklarasi tersebut. Setelah menyanyikan lagu bersama, mereka pun menandatangani deklarasi yang diawali Ketua Detiknas, undangan, serta masyarakat yang peduli dengan konten internet Indonesia.
 
Hajat deklarasi yang semula akan dilakukan secara sederhana dengan kapasitas 80 pengunjung, ternyata membludak sampai 120 tamu yang hadir. Acara dimulai dengan pembukaan dari Ketua Dewan Pengawas KlikIndonesia Dicky Tjokrosaputra, dilanjutkan penjelasan tentang apa itu KlikIndonesia dari Ketua Umum KlikIndonesia Henri Kasyfi.
Setelah itu dilakukan diskusi tentang konten yang dipandu oleh pengurus KlikIndonesia Jamse Tomasow yang juga akedemisi sekaligus pegiat konten animasi dari Surabaya. James menyemangati peserta dengan bergegap teriak: Indonesia…JAYA, KlikIndonesia….HEBAT! Peserta yang semula tenang langsung hangat dan mengikuti ajakan mengepalkan tangan dan mengarahkan telunjuk saat berkata "hebat". Dalam diskusi sekaligus testimoni ini sebagai pembicara adalah Azhar Hasyim, Loly Amalia, Anang Tjahyono (Direktur SMK Kemendikbud) dan Edi Taslim dari Kompas.
 
Di sesi kedua, diskusi dipandu oleh pengamat IT Wachdiat "Abah" Abimanyu, menampilkan pendiri Kaskus Andrew Darwis, Marcellus Ardiwinata (FirstMedia), Haryawirasma (IMOCA), Andi Zain (Mobile Monday), dan Sapto Anggoro (merdeka.com). Dalam diskusi ini, para pembicara menyampaikan testimoni jatuh bangunnya mereka membangun bisnis konten. Dan berharap, dengan adanya KlikIndonesia ini maka akan membangkitkan ekonomi kreatif di Indonesia.
 
Yang menarik dari acara tersebut, adalah adanya video lagu tema yang digubah oleh Subiakto Priosudarsono dan timnya. Lelaki yang biasa dipanggil Om Bi yang banyak bergerak di dunia periklanan itu begitu serius dan berhasil mengajak artis dan tokoh selebritas untuk mau menyumbangkan suaranya nyanyi bersama KlikIndonesia. "Mereka semua mau karena ini ruhnya jelas. Konten Indonesia penting. Banyak yang bisa digali untuk konten asli Indonesia," kata Subiakto. Dengan relasi yang luas, dan memang idealisme artis-artis yang tinggi, maka mereka bisa bergabung dalam video tema KlikIndonesia. Antara lain Abdee Slank, Saharani, Sujiwo Tejo, Iwa K, Ikang Fawzi, Tya Subiakto, Indra Bekti, Enda & Resha, Dion Subiakto, Candil, Jerome, Andi Naf, Takaeda Drive, Edy Brocoli, AriaBaron, Didit Fiolin, dan band indi yang lagi top Superglad dan Panas Dalam.
 
KlikIndonesia untuk tahap pertama akan menginventarisir situs-situs khas Indonesia. Inventarisasi ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Sejak dibuka pada 9 Desember lalu, sampai saat ini sudah 500 lebih konten khas Indonesia yang didaftarkan. Selanjutnya, KlikIndonesia akan melakukan gerakan moral dan pelatihan ke masyarakat mengenai konten ke depan. Acara akan dilakukan ke seluruh Indonesia dan akan melibatkan komunitas, pemerintah, dan pihak-pihak yang berpengalaman dalam bisnis konten.
 
Bagi para Indonesia Klikers atau masyarakat yang ingin memasang video lagu tema bisa copy ini <iframe src="http://video.klikindonesia.org" scrolling="no" width="510" height="360" frameborder="0"></iframe>
 
Dan yang ingin mendukung KlikIndonesia dengan memasang logo KlikIndonesia di situs masing-masing, silahkan copy ini <a href="http://www.klikindonesia.org" target="_blank"><img src="http://www.klikindonesia.org/sites/default/widget/images/100tr.png"></a>.
 
 
Rabu, 12 Desember 2012
Abdee Slank, Sujiwo Tejo, Candil dan Belasan Artis Dukung Konten Asli Indonesia
 
JAKARTA: Deretan artis dan selebritas mendukung penuh gerakan membuat konten asli Indonesia. Dukungan para artis ke dalam gerakan yang diprakarasai KlikIndonesia, sebagai upaya membangkitkan masyarakat Indonesia untuk membuat konten sendiri khas Indonesia. Mereka memberi mengajak, menyemangati, dan meyakinkan, bahwa konten asli Indonesia adalah untuk kita semua bangsa Indonesia. Memberikan manfaat kemajuan dan kemandirian bangsa.
 
Dalam menyemangati itu, para artis dan selebritas berkumpul menyanyikan satu lagu mars KlikIndonesia dari berbagai tempat yang diramu dalam satu rangkaian musik dan video yang indah. Video lagu itu akan dikumandangkan pada pukul hari Rabu ini, tanggal 12, bulan 12, tahun 2012, direncanakan tepat pukul 12.00 WIB.
Video mars berdurasi sekitar 5 menit itu antara lain menampilkan jajaran artis dan tokoh Abdee Slank, Sujiwo Tejo, Indra Bekti, Endah & Reza, Saharani, Iwa K, Ikang Fauzi, Candil, Jerome, Andi Naf, Takaeda Drive, Edy Brocoli, Tya Subiakto, Sati Subiakto, Dion Subiakto, AriaBaron, Didit Fiolin, dan band ini yang lagi top Superglad dan Panas Dalam. Selain mereka juga ada tokoh-tokoh di bidang internet dan IT serta industri.
 
Penggagas lagu dan video tema ini adalah kreator kawakan dunia periklanan, Subiakto Priosudarsono yang lebih dikenal dengan Subiakto Hotline. "Saya sangat memahami ruh gerakan ini, dan perlu memberikan pesan moral dan semangat terhadap KlikIndonesia. Ini harus diapresiasi dan saya bisa menyumbang dengan ide lagu tema. Dan syukur disambut antusias oleh rekan-rekan artis dan selebritas lainnya," kata Subiakto tentang lagu temanya.
KlikIndonesia adalah perkumpulan orang-orang konten dan internet yang miris dan prihatin dengan situasi sekarang di dunia konten. Banyak orang-orang berbakat Indonesia membesarkan konten asing, sementara konten asing tidak membangun infrastruktur di Indonesia. Akibatnya, banyak dana devisa yang lari keluar negeri karena sambungan internasional (bandwidth) diisi konten asing. Sedikitnya setiap bulan dana yang keluar negeri sekitar Rp 250 M. Banyak yang salah kaprah dengan menjadikan pengguna konten asing terbesar di Indonesia.
 
Untuk menggugah konten lokal, maka hari ini, di Gedung Cyber-1, Jl. Kuningan Barat, Jakarta Selatan, sebagai tempat berkumpulnya banyak perusahaan internet dan konten di Indonesia, akan dideklarasikan gerakan KlikIndonesia. Ini sebagai jawaban atas banyaknya konten-konten asing yang selama ini hanya menjadikan Indonesia sebagai objek penjajahan pasar oleh mereka.
 
Dalam acara deklarasi tersebut, akan diawali dengan diskusi terbuka tentang gerakan konten Indonesia. Sebagai pembicara antara lain Andrew Darwis (Kaskus),  M Nizam (Dikti Kemendikbud), Wachdiat "Abah" Abimanyu (pakar IT), Lolly Abdullah (Kemanparekraf), Eko Indrajit (Aptikom),  Rasmo Haryawirasma (IMOCA), Kanaka Hidayat (Mastel), İr. Anang Tjahjono MT (Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud)  dan lain-lain.
Diskusi setengah hari itu mendapat dukungan dari banyak pihak, yang sebenarnya layak untuk menyampaikan gagasan tentang konten asli Indonesia. Grup pengusaha Batik Keris yang kebetulan juga aktif di bisnis internet, Dicky Tjokrosaputro menyediakan diri untuk duduk sebagai pengawas gerakan KlikIndonesia ini.
 
Sebagai gerakan awal, masyarakat Indonesia yang memiliki situs asli Indonesia, bisa mendaftarkan situsnya ke KlikIndonesia.or.id atau KlikIndonesia.org. Sejak dibuka pada 8 Desmber lalu, sampai dengan Rabu pagi sudah 260 lebih konten yang terverivikasi. Konten-konten ini didaftar oleh sedikitnya 210 orang yang mendaftarkan lebih dari satu konten.
Banyak sekali dari konten-konten yang didaftarkan itu menarik dan layak untuk dipromosikan. Mulai dari konten berita, game, berbasis lokasi (LBS), social media, commerce, atau alat pembayaran semacam PayPal. "Saya tak menduga bahwa konten dan aplikasi internet online yang ada di Indonesia, setelah diinventarisir secara swalayan (user generated content), banyak sekali yang daftar. Banyak sekali yang unik. Menarik sekali," kata Henri Kasyfi Soemartono, ketua umum KlikIndonesia pada wartawan.
 
Diharapkan, konten-konten ini akan tumbuh dan berkembang. Jumlah itu baru permulaan. Dia yakin bisa tumbuh sampai 1000-an konten khas dan asli Indonesia. Banyak diantara konten-konten tersebut yang sangat berkualitas. "Kalau tidak kita semangati sendiri, siapa lagi? Kita di KlikIndonesia tetap yakin bahwa orang-orang Indonesia tidak kalah kreatifnya dengan yang di luar sana. Dan, KlikIndonesia memang untuk bangsa Indonesia," kata Henri.
 
Berikut lirik lagu tema KlikIndonesia yang dinyanyikan artis dan selebritas lokal peduli dengan konten asli Indonesia.
 
Kata orang negeri ini kaya raya,
Mengapa rakyatnya masih juga sengsara
Kata orang negeri ini t'lah tergadai
Mereka datang mengambil ramai ramai
 
 
Dunia nyata maupun dunia maya
Nyaris habis dijarah tanpa tersisa
Lelah kalah tapi pantang menyerah
Tunjukkan pada dunia kita bisa
 
 
Ref:   
Klik-Indonesia, yuk bikin situs sendiri
Klik-Indonesia, yuk bikin game sendiri
Klik-Indonesia, yuk bikin konten sendiri
Klik-Indonesia, klik kita untuk Indonesia
 
 
Sampai kapan kita jual mimpi-mimpi
Waktu bergulir, kita ditinggal pergi
Jangan ragu hadapi aral melintang,
Jangan pangku tangan yuk bicara lantang
 
 
Ref:   
Klik-Indonesia, yuk bikin situs sendiri
Klik-Indonesia, yuk bikin game sendiri
Klik-Indonesia, yuk bikin konten sendiri
Klik-Indonesia, Klik kita untuk Indonesia
 
 
Selasa 11 Desember 2012 :
Klik Indonesia Kebangkitan Konten Lokal Indonesia
 
Sekelompok komunitas dari berbagai disiplin yang peduli dengan konten Indonesia, bersatu melalui perkumpulan KlikIndonesia untuk menjadikan konten Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal yang menjadikan mereka berkumpul di sini, karena misinya jelas, membuat konten Indonesia lebih bernilai.
 
Menurut Ketua Umum Klik Indonesia Henri Kasyfi Soemartono, saat ini 70% konten internet di Indonesia dikuasai oleh konten asing. Kita hanya menjadi pengguna, menjadi objek dari sasaran konten asing, namun tidak menikmati nilai ekonomisnya. "Kini saatnya kita untuk bergerak, bekerjasama, saling bahu membahu untuk membangun konten Indonesia, dan kita sadarkan bahwa KlikIndonesia untuk konten Indonesia," jelas Henri kepada pers, Selasa (11/12/12).
 
Untuk menandai kebangkitan konten internet Indonesia, maka KlikIndonesia akan dideklarasikan pada hari Rabu tepat pukul 12.00 WIB di Gedung Cyber1 Lantai-7, Jl. Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Dalam deklarasi tersebut, selain tanda tangan kebangkitan konten Indonesia, juga akan diputar video berdurasi sekitar 5 menit yang berisi lagu KlikIndonesia serta dukungan dari berbagai tokoh dan selebritis yang peduli. Konten-konten pendukung gerakan ini antara lain Kaskus, detikcom, kompas.com, merdeka.com, indowebster, kapanlagi.com, mindtalk.com dan lain-lain.
 
Selama ini, tambah Henri, masyarakat Indonesia salah kaprah. Bahwa pengguna twitter Indonesia merupakan terbesar ke-5, pengguna Facebook Indonesia terbesar ke-4 dunia, adalah kebanggaan yang semu. Sebab, nilai ekonomisnya, pengguna Indonesia tidak menikmatinya, namun hanya sebagai objek semata. "Seluruh nilai ekenomisnya, berupa pemasangan iklan dan lain-lain, semua milik asing, bukan kita. Kenapa kita tidak meningkatkan nilai ekonomis konten bangsa Indonesia dengan mengakses konten saudara-saudara sendiri?" ungkap Henri yang juga komisaris Internet Data Center Indonesia (IDC).
 
Dijelaskan, tercatat hari ini di Indonesia ada sekitar 63 juta pengguna internernet, 70% diantaranya mengakses dari ponsel. Dengan pasar ponsel yang kini mencapai 250 juta handsets aktif dan penjualan handsets mencapai hampir 100 juta unit per tahun, Indonesia merupakan pasar luar biasa untuk konten internet. Ini belum memperhitungkan jumlah komputer desktop yang terhubung ke Internet maupun pesawat televisi yang semakin dapat menampilkan tidak hanya siaran TV konvensional tapi juga berbagai konten internet dan beragam aplikasi.
 
"Begitu menariknya pasar Indonesia, selain karena jumlah pasar juga karena perilaku pasar yang begitu adaptif terhadap tersedianya berbagai hal baru di Internet. Namun, situs-situs yang dituju sebagian besar asing. Dan ini diperparah dengan operator yang memperjuangkan konten asing dalam memasarkan produknya. Kenapa tidak memasarkan konten lokal kita yang sudah membanggakan Indonesia," tambahnya. Kita, juga menyayangkan bahwa konten-konten asing yang bergerak di Indonesia, tidak membangun infrastruktur di Indonesia tapi justru hanya membuka kantor pemasaran dan sales. "Itu bukti bahwa mereka cuma menjadikan Indonesia sebagai pasar. Kita dijadikan objek, disedot ekonomi kita. Kita saja yang tidak sadar."
 
Ditambahkan, saat ini sekitar 250 Gbps sambungan internasional (bandwidth) dari dan ke Indonesia ke luar negeri. Dari jumlah sambungan tersebut, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 1,5 trilliun per tahun devisa yang terbang ke luar negeri. Dari jumlah bandwidth tersebut, yang didownload konten asing sebesar 70% sedangkan sisanya konten Indonesia yang diakses keluar, yakni konten Indonesia dan konten bisnis. Jadi, tambah Henri, setiap tahun uang yang keluar sekitar Rp 1,05 triliun. "Ini pemborosan. Kenapa ekonomi itu justru lari keluar. Kalau yang diakses dalam negeri besar, makabandwidth lokal akan semakin besar dan itu jauh lebih murah dan bandwidth internasional bisa dihemat. Sehingga uang yang mestinya keluar bisa dimanfaatkan untuk ekonomi nasional," kata Henri berapi-api.
 
Apakah itu berarti menutup konten-konten asing? "Tidak. Tapi, KlikIndonesia bersama-sama menandai bahwa, hari ini adalah gerakan dimulainya kebangkitan konten-konten lokal," kata Henri yang juga pendiri ISP resmi pertama Indonesia, Radnet. Yang pasti, inilah saatnya kreativitas anak-anak bangsa ini dihargai setidaknya oleh masyarakat Indonesia sendiri. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa membuka www.KlikIndonesia.or.id atau www.KlikIndonesia.org. Di situ tersebut, para pengurus konten di Indonesia bisa mendaftarkan kontennya.
 
Adapun visi dari KlikIndonesia adalah, Internet Indonesia untuk Bangsa Indonesia. Sedangkan misinya adalah mensosialisasikan pengguna Internet Indonesia bahwa setiap klik mereka sangat berarti bagi Industri Internet Indonesia. Selain itu KlikIndonesia akan membantu para pembuat konten dan aplikasi Internet Indonesia dalam mewujudkan setiap ide dan menerapkan keahliannya, hingga menjadi konten dan aplikasi yang mudah dan baik untuk diakses. Sejak dibuka pendaftaran pada 8 Desember lalu, sudah 150 lebih konten khas Indonesia mendaftar.
 
KlikIndonesia berusaha untuk menjadi simpul penghubung dan mensinergikan seluruh aspek yang dapat mendukung Industri Internet Indonesia untuk dapat saling bekerjasama memberikan manfaat. Kami juga berkomunikasi dan bersinergi dengan penyedia konten dan aplikasi dari luar Indonesia agar dalam usahanya merambah pasar Indonesia juga memberikan nilai tambah bagi Industri Internet Indonesia. KlikIndonesia dalam menjalankan kerjanya bermitra dengan pemerintah agar pemerintah melalui kebijakan kebijakannya dapat membantu menumbuh kembangkan Industri Internet Indonesia.